May 14, 2009

Raikkonen: Sulit Membayangkan F1 Tanpa Ferrari

Rencana Ferrari untuk mundur dari balapan Formula 1 (F1) musim mendatang mengundang banyak keprihatinan. Kini, giliran Kimi Raikkonen yang angkat bicara.

Pebalap asal Finlandia yang dua musim lalu menjadi juara dunia bersama Ferrari itu mengatakan, pamor F1 akan menurun, bahkan hilang, jika si "Kuda Jingkrak" benar-benar menarik diri hanya karena menolak proposal budget cap. Meskipun demikian, Raikkonen memahami keputusan Ferrari itu.

Seperti yang sedang santer dibicarakan, mulai musim depan FIA akan menerapkan sistem budget cap untuk membatasi anggaran biaya semua tim. Namun, Ferrari—termasuk Renault, Toyota, dan Red Bull—dengan tegas menolak karena budget cap akan menimbulkan standar ganda pada aturan karena ada balapan dua tingkat (two-tier). Ini akan merusak citra F1.



"Sulit untuk membayangkan F1 tanpa Ferrari. Ketika saya masih bersama McLaren, Scuderia dari Maranello adalah titik ukurnya, kompetitor yang harus dibandingkan. Sejak saya tiba di sini, saya memahami bahwa itu lebih dari sekadar sebuah tim karena mereka adalah legenda," ungkap Raikkonen.

"Saya selalu memiliki kegilaan untuk balapan dengan segala yang bermesin dan selalu berpikir F1 adalah puncak dari olahraga motor, termasuk kompetisi dan teknologi. Karena itu, jika aturannya seperti yang direncanakan FIA, itu akan sulit untuk membayangkan F1 yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.

"Saya tidak bisa membayangkan para pebalap akan beraksi di trek dengan aturan yang berbeda; itu tidak baik untuk olahraganya sendiri, juga untuk fans. Nah, jika benar-benar terjadi, akan sangat buruk dan saya memahami bahwa sebuah perusahaan seperti Ferrari berpikir untuk meninggalkannya," ujar Raikkonen.

Hal senada diungkapkan Felipe Massa. Rekan setim Raikkonen ini juga sepakat dengan keputusan Ferrari jika budget cap benar-benar direalisasikan mulai musim 2010.

"Saya memahami motivasi dan mengapa perusahaan memilih untuk mundur. Ide untuk mengadakan lomba dengan dua aturan, seperti membolehkan penggunaan sayap depan dan belakang yang disesuaikan, mesin tanpa pembatas putaran, adalah hal yang mustahil. Kita telah melihat tahun ini bahwa aturan-aturan 'tidak menentu, bukan hanya membingungkan kami, melainkan juga fans'. Nah, coba bayangkan bagaimana nantinya pada tahun 2010.

"Menjadi seorang pebalap Ferrari di F1 adalah sebuah mimpi dan saya telah mewujudkannya. Sejak kecil, bagi saya Ferrari sama seperti balapan; itulah mengapa saya yakin, jika Scuderia dipaksa untuk meninggalkan F1, di sana akan ada kompetisi lain, di mana 'Si Merah' akan dimungkinkan beraksi di atas trek," ungkap Massa yang musim lalu menjadi runner-up meskipun paling banyak naik podium pertama. (CRS)


1 comments:

Smart e - commerce said...

hehehe...

kalo q yg gantiin Raikkonen balapan pake Ferrari'y gmna ya?????

pasti kalah dech,,,
pa lagi di urutan paling belakang........

hahahhhahah...

^_^

 
Photography Templates | Slideshow Software